MASYARAKAT WAWONII DI TENGAH ANCAMAN BOM IKAN, HMI CABANG KENDARI DESAK KAPOLRES KONKEP BERTINDAK TEGAS
KONAWE KEPULAUAN, 25 SEPTEMBER 2026 — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari menyoroti keresahan masyarakat Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), terkait du...
KONAWE KEPULAUAN, 25 SEPTEMBER 2026 — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari menyoroti keresahan masyarakat Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), terkait dugaan masih adanya aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak atau bom ikan di wilayah perairan Wawonii.
Dugaan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius karena tidak hanya berkaitan dengan aspek penegakan hukum, tetapi juga menyangkut keselamatan nelayan, keamanan masyarakat pesisir, serta keberlanjutan ekosistem laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Wawonii.
Wasekum HMI Cabang Kendari sekaligus mahasiswa Ilmu Lingkungan, Muhammad Riyal, menilai aparat penegak hukum, khususnya Polres Konawe Kepulauan, perlu merespons setiap informasi atau laporan masyarakat terkait dugaan penggunaan bahan peledak dalam aktivitas penangkapan ikan secara cepat dan profesional.
“Kami mendesak Kapolres Konawe Kepulauan untuk tidak menunggu sampai terjadi korban jiwa maupun kerusakan ekosistem yang semakin parah. Jika memang terdapat laporan atau informasi mengenai dugaan penggunaan bom ikan di perairan Wawonii, maka harus segera dilakukan penyelidikan dan penindakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Muhammad Riyal.
Menurut Riyal, persoalan tersebut tidak dapat dilihat hanya sebagai persoalan tindak pidana perikanan. Dari perspektif lingkungan, penggunaan bahan peledak dalam penangkapan ikan berpotensi menyebabkan kerusakan terhadap habitat dan ekosistem laut, termasuk terumbu karang dan berbagai biota perairan.
Kerusakan ekosistem tersebut pada akhirnya dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat pesisir yang menggantungkan penghidupannya pada sumber daya laut. Penurunan kualitas ekosistem laut juga berpotensi memengaruhi ketersediaan sumber daya perikanan dan hasil tangkapan nelayan dalam jangka panjang.
“Laut Wawonii bukan hanya ruang perairan, tetapi merupakan ruang hidup masyarakat. Ketika ekosistem laut mengalami kerusakan, yang terdampak bukan hanya lingkungan, tetapi juga ekonomi dan keberlangsungan hidup masyarakat pesisir,” ujar Riyal.
Atas kondisi tersebut, HMI Cabang Kendari menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Kapolres Konawe Kepulauan, yaitu:
Segera melakukan penyelidikan terhadap setiap laporan atau informasi mengenai dugaan penggunaan bahan peledak untuk aktivitas penangkapan ikan di perairan Wawonii.
Meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah perairan yang dinilai rawan terjadi praktik penangkapan ikan secara destruktif.
Memberikan ruang pengaduan dan perlindungan kepada masyarakat serta nelayan yang menyampaikan informasi atau melaporkan dugaan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak.
Mengusut secara tuntas apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya pihak yang memproduksi, menyimpan, mengedarkan, ataupun menggunakan bahan peledak untuk aktivitas penangkapan ikan, sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, pemerintah desa, serta masyarakat pesisir dalam melakukan pengawasan dan perlindungan terhadap wilayah perairan Wawonii
HMI Cabang Kendari menegaskan bahwa persoalan keamanan dan kelestarian perairan Wawonii harus menjadi perhatian bersama. Penegakan hukum terhadap praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan perlu berjalan beriringan dengan upaya perlindungan terhadap masyarakat pesisir dan keberlanjutan sumber daya laut.
“Kapolres Konawe Kepulauan harus menunjukkan komitmen melalui tindakan nyata. Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa perairan Wawonii aman bagi nelayan dan terlindungi dari aktivitas penangkapan ikan yang berpotensi merusak lingkungan. Jangan sampai penindakan baru dilakukan setelah terjadi korban atau kerusakan yang lebih besar,” tegas Muhammad Riyal, Wasekum HMI Cabang Kendari sekaligus mahasiswa Ilmu Lingkungan.
HMI Cabang Kendari menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan, keselamatan masyarakat pesisir, serta keberlanjutan ekosistem laut Wawonii.
💬Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Jadilah yang pertama berkomentar.







