28 July, 2026
Sulawesi Tenggara / 07 Jul 2026

BMKG Gelar Sekolah Lapang Iklim Tematik 2026 di Kendari, Perkuat Adaptasi Sektor Pertanian terhadap Perubahan Iklim

KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Direktorat Layanan Iklim Terapan menyelenggarakan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik Tahun 2026 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BMKG dalam memperkuat kapasitas petani dan penyuluh pertanian melalui pemanfaatan informasi iklim untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Sekolah Lapang Iklim Tematik dirancang sebagai wadah pembelajaran yang menghubungkan informasi iklim dengan praktik budidaya pertanian di lapangan. Melalui program ini, peserta dibekali kemampuan memahami karakteristik iklim, membaca informasi prakiraan musim dan cuaca, serta menerapkannya dalam menentukan pola tanam, pemilihan komoditas, hingga strategi mitigasi risiko gagal panen akibat perubahan iklim.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ir. Ridwan Bae, dan dihadiri Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Marjuki, M.Si., mewakili Deputi Bidang Klimatologi BMKG, bersama jajaran pemerintah daerah, unsur BMKG, penyuluh pertanian, kelompok tani, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.

Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Marjuki, M.Si., menyampaikan bahwa perubahan iklim telah memberikan dampak nyata terhadap sektor pertanian, sehingga diperlukan penguatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan informasi iklim sebagai dasar pengambilan keputusan.

Menurutnya, BMKG terus berupaya menghadirkan layanan informasi iklim yang mudah dipahami dan dapat diaplikasikan secara langsung oleh masyarakat, khususnya petani. Melalui Sekolah Lapang Iklim, informasi tersebut diterjemahkan menjadi panduan praktis agar petani mampu menyesuaikan waktu tanam, memilih komoditas yang sesuai dengan kondisi iklim, serta mengurangi risiko kerugian akibat cuaca ekstrem.

Selain meningkatkan pemahaman mengenai informasi iklim, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara BMKG, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, akademisi, dan kelompok tani dalam membangun sistem pertanian yang lebih adaptif, tangguh, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Kendari menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim Tematik yang dinilai sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Perubahan pola musim, curah hujan yang tidak menentu, serta meningkatnya kejadian cuaca ekstrem menjadi tantangan yang memerlukan sinergi seluruh pihak dalam penyelesaiannya.

BMKG berharap pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim Tematik Tahun 2026 mampu meningkatkan literasi iklim di kalangan petani dan penyuluh pertanian, sehingga informasi meteorologi dan klimatologi tidak hanya dipahami sebagai data, tetapi juga menjadi dasar dalam menyusun strategi budidaya yang lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ir. Ridwan Bae, Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG Marjuki, M.Si. mewakili Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ketua BPD HIPMI Sulawesi Tenggara Triawan Rizbar Taha, S.H., Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Dr. Nasrol Adil, S.Si., M.T., Kepala UPT BMKG se-Sulawesi Tenggara, Kepala Stasiun Klimatologi, GAW, dan SPAG dari berbagai wilayah di Indonesia, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta peserta Sekolah Lapang Iklim Tematik Tahun 2026.

Bagikan ke Sosial Media

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar

Social Media