KENDARI — Intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kota Kendari.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari yang menilai persoalan banjir harus menjadi momentum refleksi bersama untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui pernyataan resminya, HMI Cabang Kendari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama bangkit, saling membantu, dan memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan demi mencegah terjadinya bencana serupa di masa mendatang.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan HMI Cabang Kendari, Muh. Alim Fathur, menyampaikan bahwa persoalan banjir bukan semata-mata kesalahan pemerintah, melainkan juga dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Banjir yang terjadi hari ini harus menjadi evaluasi bersama. Kita tidak bisa hanya menyalahkan pemerintah, sebab persoalan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan ke drainase, sungai, dan saluran air sehingga menyebabkan penyumbatan dan memperparah banjir ketika hujan deras terjadi,” ujar Muh. Alim Fathur.
Ia menegaskan bahwa kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan memiliki peran besar dalam meminimalisir risiko banjir di Kota Kendari. Menurutnya, budaya menjaga kebersihan harus mulai dibangun secara kolektif, khususnya di lingkungan pemukiman dan wilayah yang rawan genangan.
Sebagai organisasi kader dan sosial kemasyarakatan, HMI Cabang Kendari juga mengajak generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran lingkungan melalui aksi nyata, seperti menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan aktif dalam kegiatan gotong royong membersihkan saluran air.
“Hari ini Kota Kendari membutuhkan semangat persatuan dan kepedulian bersama. Di tengah kondisi banjir yang melanda, seluruh elemen masyarakat harus bahu membahu bersama Pemerintah Kota Kendari untuk bangkit dan melewati masa sulit ini hingga keadaan kembali pulih,” lanjutnya.
HMI Cabang Kendari juga mendorong adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, organisasi kepemudaan, komunitas lingkungan, serta seluruh stakeholder dalam menciptakan sistem pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Muh. Alim Fathur berharap momentum banjir ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi kewajiban bersama demi menciptakan Kota Kendari yang bersih, sehat, dan bebas dari ancaman banjir di masa depan.
“Jika pemerintah dan masyarakat dapat berjalan bersama menjaga lingkungan, maka Kota Kendari akan mampu bangkit dan menjadi kota yang lebih baik ke depannya,” tutupnya.