Musyawarah Besar XIII IPMAH Bulukumba Sultra Resmi Digelar di Kendari
Ikatan Pelajar Mahasiswa Bulukumba Sulawesi Tenggara (IPMAH Bulukumba Sultra) sukses melaksanakan kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) ke-XIII periode 2024/2025 yang berlangsung di Kantor DPRD Kota Kendari.
Musyawarah Besar ini merupakan agenda rutin organisasi yang dilaksanakan dalam rangka pergantian kepengurusan serta pemilihan ketua umum baru untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi ke depan.
Pada pelaksanaan Mubes XIII ini, IPMAH Bulukumba Sultra mengangkat tema:
“Menata Pergerakan Baru IPMAH Bulukumba Sultra dengan Semangat Sipakatau demi Mewujudkan Kepemimpinan Organisasi yang Harmonis, Visioner, dan Berlandaskan Siri’ na Pacce di Tanah Rantau.”
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para ayahanda dan bunda pembina serta tokoh masyarakat Bulukumba yang berada di Sulawesi Tenggara, di antaranya:
Dr. Syamsir Nur, S.E., M.Si
Hj. Syafruddin, S.Pd., M.Pd
Amiruddin T bersama Bunda Irma
Nurnihati, S.Pd., M.Pd
Selain itu, kegiatan ini juga turut dihadiri oleh berbagai organisasi daerah (Organda) se-Sulawesi Tenggara, seperti HIMSAMU, HMKSI, IMPIB, IMPS, IMPPI, IPMIL Raya Sultra, HPMM Korwil Kendari, serta organisasi daerah lainnya.
Foto bersama peserta Musyawarah Besar XIII IPMAH Bulukumba Sultra.Dalam sambutannya, Ketua Umum IPMAH Bulukumba Sultra, Fahriadi, menyampaikan harapannya terhadap keberlangsungan organisasi dan perhatian kepada mahasiswa rantau asal Bulukumba yang berada di Kota Kendari.
“Kami adalah organisasi paguyuban mahasiswa daerah yang berada di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kota Kendari. Kami merantau jauh dari keluarga tercinta, sehingga membutuhkan perhatian dan pembinaan. Harapan kami, melalui kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan kepengurusan yang lebih baik ke depannya,” tuturnya.
Melalui Musyawarah Besar XIII ini, diharapkan lahir kepemimpinan baru yang mampu membawa IPMAH Bulukumba Sultra menjadi organisasi yang semakin solid, progresif, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Sipakatau dan Siri’ na Pacce sebagai identitas masyarakat Bulukumba di tanah rantau.